Melestarikan Gunung Srobu meyelematkan situs prasejarah Moyang Papua

“Meninggalkan catatan Papua di era prasejarah yang luar biasa, mulai dari Acra Megalitik Srobu, artefak batu, Tulang dan Kerang, Sistem Penguburan, Gerabah Srobu”

Nabire, Navandunews.com – Gunung Srobu atau situs Srobu merupakan tempat prasejarah Nenek Moyang orang Papua. Di kawasan tersebut ditemukan sebuah situs pada tahun 2014 yang diharapkan menjadi penentu pelestarian alam sekitar gunung Gunung Srobu.

“Srobu salah satu situs prasejarah Papua yang ada di kota Jayapura,” kata peneliti muda Arkeologi Papua, Herlin Djami, yang selama ini berkonsentrasi di bidang prasejarah dan pernah meneliti di situs Srobu.

Balai Arkeologi Jayapura Sosialisasikan Situs Gunung Srobu

Situs Srobu ada di kelurahan Abe Pantai, distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua tempatnya ada di sebuah tanjung yang ada di teluk youtefa, ketika ke arah Kampung Nafri disitu ada tanjung bermelintang panjang. Dari situs itu pula pengunjung bisa melihat jembatan Merah (jembatan Youtefa) disebelah Utara, bisa lihat Kota Abe, Abe Pantai.

Djami menyebutkan di situs itu meninggalkan catatan Papua di era prasejarah yang luar biasa, mulai dari Acra Megalitik Srobu, artefak batu, Tulang dan Kerang, Sistem Penguburan, Gerabah Srobu. Penciptaan wadah-wadah dari tembikar ada beragam macam.

“Maka dengan ditemukannya itu, tingkat pemahaman nenek Moyang orang Papua itu sudah sangat luar biasa, karena dari penguasaan lingkungan alam bahkan potensi-potensi alam yang bisa mereka manfaatkan untuk mempertahankan eksitensi dari komunitas mereka,” kata Djami menjelaskan.

Djami juga mejelaskan sebuah Batu dari situs tersebut yang biasa digunakan sebagai tempat menghancurkan makanan. Kini batu itu disimpan di kantor arkelogi Papua yang ditemukan melalui penelitian di gunung Srobu.

Ia berharap temuan situs Srobu sebagai bukti peradaban dan budaya Papua bisa dilestarikan dan menjadi salah satu ikon yang akan membangkitkan Papua kedepan. “Karena geografis posisi gunung Srobu ini ada di Jantung Papua,” kata Djami.

Apa lagi sebagai situs pra sejarah, Srobu merupakan bukti ilmiah tentang keberadaan nenek moyang Papua yang wajib  diselamatkan dan lestarikan.

Kepala Keluarahan Abe Pantai, Karel Hanasbei, mengatakan gunung Srobu punya potensi dilestarikan karena adanya peninggalan benda  prasejarah . “Sudah ada bukti penelitian yang dia lakukan, bahkan setiap tahun pasti ada peneliti datang,” kata Hanasbei.

Ia berarap Pemerintah harus kosentrasi agar benda peninggalan itu bisa dilestarikan, sekaligus bisa menjadi sarana pendidikan bagi adik-adik Mahasiswa. “Tempat itu harus ditata terus dan benda-benda itu harus ditaruh dalam satu wadah atau Museum,” katanya.[TR]

Sumber : Jubi.co.id

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code