Tokoh pemuda Nabire kecam dan tolak tuntutan 61 tokoh Papua ke Jakarta

Gunawan Inggeruhi, Tokoh Pemuda Nabire – Navandu.

Portal Berita Papua | NavanduNews,

Navandunews.com  ­– Juru bicara Suku Yerisiam Gua dan tokoh pemuda di Nabire mengecam  serta menolak tuntutan yang disampaikan kelompok yang mengatas namakan orang Papua dan tokoh adat yang di pimpin Abisai Rollo, saat bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara.

“Kami mengutuk dan menolak tuntutan tersebut karena tidak ada kesepakatan aspirasi dengan masyarakat Papua untuk dibawa ke Jakarta,” ujar Gunawan Inggeruhi di Nabire, Rabu (10/09/2019).

Inggeruhi menyesalkan langkah sekelompok orang ini karena mengatasnamakan orang Papua, sebenarnya orang Papua yang mana, dari suku apa. sebab tidak ada pertemuan dengan masyarakat atau kepala – kepala suku di Papua untuk kemudian mengantarkan aspirasi kepada Presiden.

“Ingat bahwa di Papua ada lebih dari 250 suku, lalu orangyang mengklaim diri sebagai tokoh adat ini atas nama siapa dan dari kelompok yang mana, ” kesalnya.

Iapun menyoroti salah satu poin tntutan tokoh adat itu kepada Peerintah yakni meminta pemekaran. Sebab setahu dia, aspiras dari hasil unjuk rasa di beberapa daerah terkait rasise tidak ada dari sebilan aspirasi yang disampaikan.

Menurutnya, andai menginginkan pemekaran, atas dasar apa, aspirasi siapa dan siapa yanng menyuruh mereka ke jakarta. Ia menilai, rombongan Abisai Rollo murni adalah kelompok yang ingin mengambil kepentingan pribadi dari akar persoalan sebenarnya.

“Itu kelompok hanya mencari muka, dan murni kelompok kepentingan cari muka, cari makan. Ini bukan solusi selesaikan masalah hari ini,” tegasnya.

Pemerintah pusat, lanjut Inggeruhi, harus berhenti melakukan manuver – manuver seperti ini dengan dengan memanggil orang – orang yang tidak jelas ke istana. Saat ini, Papua dalam trauma insiden kasus rasis, maka jangan Jakarta anggap hal sepele hal tersebut.

Ia menyarankan kepada Pemerintah pusat perlu membuka dialog seluas – luasnya dengan melibatkan ULMWP dan TPN/OPM. Harusnya, pemerintah jangan melihat mereka sebagai musuh negara. Namun membuka ruang untuk mencari solusi di Papua.

“Jangan buat manuver terus. Tapi buka ruang dialog dan jangan juga anggap ULMWP dan TPN/OPM, namun rangkul dan cari solusi untuk Papua,” sarannya.

Menurutnya, ULMWP dan TPN/OPM harus dilibatkan dalam dialog. Menurut Inggeruhi, sebab ada kontradiksi terkait sejarah, budaya dan ras yang merupakan akar persoalan saat ini.Sehingga, sudah saatnya Jakarta merubah cara pandang dalam menangani Papua. Tidak dengan mengirim pasukan dalam jumlah besar. Karena hal ini akan menambah persoalan.

Ia bilang, kini saatnya pemerintah sudah harus dingin menghadapi situasi Papua. Nasionalisme IUndonesia itu bukan soal menaikan bendera merah putih, pancang lambang Garuda di dinding rumah, namun bagaimana kehadiran negara bagi rakyatnya maka perlahan akan timbul rasa nasionalisme. Sehingga Negara perlu mengevaluasi, sudah sejauh mana nhadir bagi orang Papua. “Jangan kekerasan terus, ubah pola dengan bijak,” harapnya.

Gubernur Papua, Lukas Enembe mengaku tidak tahu menahu tentang pertemuan 61 orang Papua yang disebut sebagai tokoh Papua dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Presiden.

“Saya tidak tahu tentang pertemuan itu. Dalam kapasitas apa mereka datang bertemu juga saya tidak tahu,” kata Gubernur Enembe saat ditanya wartawan usai penyerahan bantuan untuk korban amuk massa di beberapa wilayah Papua dan Papua Barat oleh Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, di Jayapura, Selasa (10/9/2019).

Menurutnya, ia tahu tentang pertemuan itu pun dari media massa. Namun Gubernur Enembe menekankan bahwa persoalan di Papua ini bukan persoalan sederhana yang bisa diselesaikan dengan membangun Istana Presiden di Papua atau asrama Mahasiswa Nusantara ataupun pemekaran wilayah seperti yang disampaikan oleh 61 orang tersebut.

“Dalam situasi seperti sekarang ini memang akan banyak orang yang coba memanfaatkan situasi untuk kepentingan masing-masing,” kata Gubernur Enembe.

Presiden Jokowi menurut Gubernur Enembe telah mengagendakan pertemuan dengannya bersama Gubernur Papua Barat. Namun kapan waktu pertemuan itu dilaksanakan belum diketahuinya. Rencana ini disampaikan oleh Presiden Jokowi saat dirinya bertemu Presiden untuk membahas penyelenggaraan PON Papua 2020. *(*)*

Sumber ; Jubi.co.id

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code