Dua hal di bahas pihak sekolah dan orang Tua di SMA N I Nabire

Kepsek SMA Negeri I Nabire, Dambut Bernadus – NN.

Portal Berita Papua | NavanduNews,

Navandunwes.com Pertemuan pihak sekolah SMA N I Nabire, komite dan orang tua yang dilaksanakan pada jumat (09/09/2019) di aula sekolah tersebut membahas dua hal. Pertama terkait menjadi orang tua yang hebat dalam mendidik anak yang ada di SMA Negeri 1 dan kedua persoalan biata pendidikan yang menjadi sorotan hingga ke Dinas Provinsi Papua.

Kepala SMA N I Nabire, Dambur bernadus mengatakan baha petunjuk jam terbarukan terhadap orang tua adalah bagaimana agar mendidik anak menjadi anak yang baik dan hebat dalam mendukung proses belajar mengajar yang ada di sekolah.

“Untuk itu, sekolah berusaha untuk menjelaskan kepada orang tua agar menjadi orang tua yang hebat dalam mendidik anak, dengan cara bagaimana dan materi – materi sudah disampaikan dengan harapan orang tua akan memiliki materi itu,” ungkat Bernadus.

Dijelaskan, ciri – ciri anak SMA jaman sekarang, merasa bahwa mereka sudah besar dan tidak perlu diatur. Lalu, umur anak SMA antara 14 sampai dengan 18 itu masih labil. Sehingga untuk menghadapinya ini, orang tua harus jeli dalam menyikapi.

“Yaitu, dengan teori – teori yang diberikan oleh sekolah, melalui sosialisasi. Harapannya, orang tua menjadi literasi dalam hal mendidik anak untuk menjadi anak hebat dalam pendidikannya. sehingga nanti semua orang tua yang anaknya di SMA memiliki pemahaman yang sama,” jelasnya.

Selain itu lanjut Bernadus, persoalan yang berkaitan dengan keuangan yakni biaya BPDB, yang menjadi bahan perbincangan masyarakat Nabire bahkan Dinas Pendidikan Propinsi. Hal ini terkait bahasa pungutan yang sebenarnya  bagi sekolah bukan pungutan.

Sebab merupakan biaya pendidikan yang dikelola oleh sekolah untuk kepentingan anak itu sendiri dan di kembalikan kepada anak dalam bentuk lain, yaitu pakaian seragaman yang diatur sekolah. Dan hal itu berdasarkan kesepakatan orang tua dengan sekolah melalui pertemuan.

“Dan setelah anaknya diterima maka ada beberapa point biaya yang di sampaikan. Seperti pakaian seragam, biaya Masa Pengenaan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama 6. hari 3 pra 3 pelaksanaan. itu nilainya Rp 300.000 dan yang kedua map/raport Rp 100.000, uang pemeliharaan sarana pra sarana IT juga itu Rp 1.000.000. dari 4 jenis, maka sesuai arahan dinas propinsi maka harus dikembalikan uang yaitu MPLS Rp 300.000, walaupun ada sebagian orang tua tidak mau menerimanya,” terangnya.

Lalu, yang Rp 150.000 untuk makan anak yang RP 150.000 sudah kami kembalikan melalui anaknya dan sudah sampai ke tangan orang tua menurut informasinya. Maka harus dikembalikan lagi Rp 1.000.000 sesuai pembicaraan ke tingkat propinsi kepada anak melalui ornag tua.

“Dan walaupun ada dari orang tua yang tidak mau menerimanya tetapi kami tetap mengembalikannya, meski dari pihak sekolah sudah menggunakan sebagian untuk keperluan sekolah tetap kita kembalikan walaupun kami pihak sekolah yang dirugikan, tetap sekolah yang menanggungnya,” pungkas Bernadus.*(*)*

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code