Selamat jalan Bapak Uskup John Philips Saklil

Misa Requiem Mgr. Jhon Philips Gaiyabi Saklil,Pr, di Geteja Jatedrak Paroki Tiga Raja Timika – Istimewa.

Portal Berita Papua | NavanduNews,

Navandunews.com  ­– Mendiang Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Jhon Philips Gaiyabi Saklil,Pr, yang telah wafat pada sabtu sore (03/07/2019) pekan lalu telah dimakamkan di tempat pemakaman Imam Diosesan keuskupan Tikima pada Rabu (07/08/2018).

Misa pemakaman (Requiem) di Gereja Katedral Paroki Tiga Raja Timika yang di hadiri oleh ribuan warga dari ponjuru Papua, berlangsung pukul 12.00 Waktu Papua.

Misa Requiem, dipimpin oleh Ketua KWI yang juga sebagai Uskup Agung Jakarta, Mgr, Ignasius Suharyo, Pr. Selain Ketua KWI, hadir pula Uskup Medan, Uskup Banjarmasin, Uskup Sorong, Uskup Manokwari, Uskup Agats serta Uskup Maumere.

Walaupun diguyur hujan, ribuan umat tetap setia dan mengantar jenasah Uskup Saklil ke tempat peristirahatannya yang terakhir.

Mendiang selalu di kenang umatnya

Petrus Tekege, ketua pengurus Gereja St. Antonius Wonorejo Nabire, mengatakan, Bapak uskup Jhon Saklil, bukan Uskup biasa, bukan berarti merendahkan martabat Uskup lain atau muliahnya Uskup – Uskup lain di tanah Papua.

Tetapi Uskup Saklil adalah Uskup luar biasa yang meniggalkan kesan baik dan sangat mendalam bagi semua orang di Keuskupan Timika. khususnya Orang Asli Papua (OAP).

“Ada dua kesan. Pertama ia (Mendiang) adalah Imam, gembala pembela HAM atas OAP. Dia berani nyatakan kekerasan Negara harus dilawan dan OAP yang berjuangan  melawan kekerasan itu adalah Mulia dan patut dicontohi,” ungkap Tekege.

Kata Petrus Tekege, Uskup Saklil pencetus bagaimana keluarga sebagai “Tungku Api”. Bapak dan mama dalam rumah harus bisa mewarisi Iman akan Kristus  kepada anak – anaknya.

Bapak dan mama harus bisa hidup dan menghidupi anak – anak dari hasil usaha dan kerja keras dari diri sendiri, bukan dari hasil meminta – minta, malas – malasan, tetapi dari kebun sendiri, rumah sendiri sehingga puas hidupnya.

Petrus Tekege juga bilang, Mendiang Uskup Saklil juga sebagai pencetus dan jubir kampanye “JANGAN JUAL TANAH”. Artinya, OAP harus sadar dan nyatakan, realisasikan untuk tidak menjual Tanah, agar anak cucu tidak kehilangan tempat, lahan masa depannya.

“Sehingga, masa depan OAP agar tidak hidup ketergantungan kepada orang lain, agar diatas tanah sendiri. Tetapi bisa hidup bebas, mandiri tanpa ketergantungan. Buat rumah sendiri, kebun sendiri, usaha sendiri dan bangun sendiri sebagai manusia bebas yang bermartabat sebagai ciptaan, Tuhan sama persis dgn manusia lain.

Lanjut Tekege, sebagai mantan wakil ketua Dewan Paroki KSK dan ketua dewan pengurus gereja St. Antonius sangat terpukul dan kehilangan  seorang Tokoh gembala yang hebat.

Tekege mengenang ketika terahir, pada  hari kamis, tgl 26-27 Juli 2019. Bersama Romo Agus, pastor paroki KSK, Pak Osea Petege penyumbang gedung  Aula St.  Antonius Wonorejo, ketua panitia Pembangunan Gereja St. Antonius Oktopianus Tebai, bertemu mendiang Uskup Mgr.Jhon Philip Saklil, Pr, di kediamannya.

Bapak Uskup memberi kesempatan bertemu meskipun Uskup sakit beberapa hari sebelumnya. Dalam pertemuan itu, kami minta dan Uskup dengan senang hati menandatangani RAB dan gambar Gereja St. Antonius, dengan ukuran 25 x 45 yang akan dibangun di Bumi  Wonorejo Nabire.

Bapak Uskup Mgr. Jhon Pilip Saklil, Pr., yang mulia menjawab permohonan umat Gereja St. Antonius tentang adanya perubahan Status di wilayah IV dan V, dan akan diumumkan tanggal 6 September 2019 nanti. saat peresmian Aula dan peletakan batu pertama pembangunan Gereja St. Antonius.

Satu kesan tak terlupan dari umat katolik St. Antonius Nabire adalah: Uskup Mgr. Jhon Pilip Saklil, pr,  awal masa TOP= Tahun oriensi Pastoral di Gereja St. Antonius Nabire dan satu minggu sebelum meninggal memberi persetujuan perubahan Status Wilayah dari KSK menjadi QUASI PAROKI.

“Jadi, bagi saya, keluarga dan umat Gereja St. Antonius adalah sangat kehilangan seorang bapak yang peduli, pemerhati, pengayom umat yang tak tTerlupakan selamanya,” kenangnya.

Selamat Jalan Mgr. John Philips Gaiyabi Saklil,Pr. Ke rumah Bapa yang kekal,,,,,Requiescat in pece et vivat ad aeternam

66 total views, 1 views today

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code