Dilarang buang sampah di tempat umum

Papan larangan buang sampah di terminal Oyehe – NN.

Portal Berita Papua | NavanduNews,

Nabire, Navandunews ­ – Persoalan sampah di Nabire hingga saat ini belum bisa diatasi. Bahkan, perda yang digadang – gadang DPRD Nabirepun belum diterapkan. akhirnya, beberapa lokasi menjadi sasaran empuk pembuangan sampah.

Pemkab Nabire lantas melarang keras masyarakat untuk tidak membuang sampah di tempat umum yang selama ini banyak tumpukan sampah. Tempat – tempat itu adalah, terminal Oyehe, Pasar Karang Tumaritis, Pasar Kalibobo, Jalan Poros Wadio serta Pasar Kaget Siriwini Nabire.

Jika terdapat maka akan di kenakan sanksi dan denda Rp. 100.000 (seratus ribu rupiah), yang katanya sesuai peraturan daerah nomor 1 tahun 2019 tentang pengelolaan sampah, pasal 55 ayat (1). Hal ini sesuai instruksi Bupati Nabire nomor : 658/1526/set, tentang Larangan membuang sampah sembarangan.

Bupati Nabire, Isaias Douw menegaskan bahwa tempat – tempat yang selama ini dijadikan sebagai tempat penampungan sampah harus bebas dan bersih. Tidak ada lagi masyarakat harus menaruhnya di sana.

“Sehingga. kalau mau buang sampah, isi di plastik, taruh di tempat supaya ada petugas yang akan ambil ditempat. Jangan buang di Oyehe, di Karang Tumaritis, di Kalibobo, jangan buang sembarangan,” tegas Bupati Isaias.

Menurut Bupati Isaias, persoalan sampah di Nabire telah dibahas. Sehingga, siapa yang membuang sampah sembarangan tempat akan dikenakan sanksi.

“Masyarakat yang buang sampah disembarangan tempat tentunya harus mendapatkan sanksi, dan akan keluarkan satu keputusan, semua elemen harus melaksanakan,” ucap Bupati Isaias.

Sanksi yang diberikan, lanjut Isaias, berupa denda, baik kepada masyarakat, toko, kios, rumah sakit, serta perkantoran. Sehingga, masing-masing kelurahan harus mengatur sampah sesuai tempatnya dan diarahkan oleh Lurah beserta RT/Rw-nya.

“Kebijakan ini sudah dimulai dari kemarin, sampah di Kalibobo, atau tempat lain akan di jaga oleh keamanan dan Sat Pol PP,” lanjutnya.

Kedepan kata Bupati Isais, akan ada Tempat Pembuangan Sementara di setiap kelurahan.

Terpisah, seorang warga, Supriyanto mengapresiasi ketegasan pemkab yang menurutnya tempat – tempat ini kakan terbebas dari sampah dan aromanya.

Namun ia menyayangkan kebijakan tersebut, pasalnya belum ada persiapan yang dilakukan menuju ke arah kebijakan. Yang artinya bahwa harus ada sosialisasi, sarana dan prasrananya sudah disiapkan sebelum ada kebijakan.

“Ini bagus, tapi apakah sudah ada persiapannya. Saya khawatir malah kebijakan ini kanan memperumit penanganan sampah. Sebab pasti masyarakat asal buang, kenapa, karena belum ada TPS dan fasilitas pendukung,” tandasnya.*(*)*

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code