Bupati Isaias : Ada pelaku langgar hak cipta Batik Khas Nabire

Batik ciri khas Nabire yang telah diproduksi salah satu pengusaha tanpa seizin Pemkab Nabire – NN.

Berita Papua | NavanduNews,

Nabire, Navandunwes – Bupati Nabire, Isaias Douw mengungkapkan, ada pihak – pihak yang telah melanggar hal cipta dan desain batik Papua ciri khas Nabire.

Padahal menurutnya, 23 motif ciri khas batik ini telah dipatenkan ditjen kekeyaan intelektual kementerian hukum dan hak asasi manusia melalui sebuah surat keputusan yang hak ciptanya milik Pemkab Nabire.

“Tapi ada pihak yang gunakan motif ini tanpa sepengetahuan dan izin pemkab Nabire sebagai pemilik hak cipta,” ungkap Isaias Douw belum lama ini diruang kerjanya.

Kata Bupati Isaias, pihaknya telah mendapatkan 11 sekolah yang memesan batik khas Nabire kepada salah satu pengusaha. setelah ditelusuri, ternyata tidak ada pemberitahuan, bahkan izin yang diberikan kepada pengusaha tersebut. Dia mendatangkan dari Solo, Jawa Tengah.

“Inikan pelanggaran sebab tidak minta izin. Termasuk sekolah – sekolah yang pesan,” bebernya,

Padahal Kata Isaias, untuk memiliki batik khas Nabire harus melalui proses panjang dan memakan waktu lebih dua tahun. Ada kerja keras berbagai pihak yang menyatukan dua budaya, baik dari pesisir maupun pedalaman Meepago. Sehingga, menurut dia, pihaknya akan menempuh jalur hukum bila pelaku tidak terbuka dan jujur atas perbuatannya.

“Jadi kami sangat kecewa. Batik ini adalah dua budaya yang disatukan. Untuk itu dalam satu dua hari kedepan kami beri kesempatan kepada Polpp untuk menindak lanjuti,” kesalnya.

Lanjut Bupati Isais, pihaknya sejal awal telah menginstruksikan kepada semua jenjang pendidikan (baik TK hingga SMS/SMKA), ASN, BMUN dan BUMD agar menggunakan batik ciri khas Papua. Sehingga dalam kesempatan ini, Bupati kembali menghimbau kepada semua pihak termasuk masyarakat Kabupoaten Nabire agar menggunakan batik Khas Nabire dengan memesan hanya kepada pengusaha yang tela bekerja sama dengan pemkab Nabire.

“Saya himbau ulang. Semua harus pakai batik Nabire pada setiap hari kamis sebagai kebanggaan kita, dan pesan di pengusaha kita. Artinya apa, supaya ada PAD yang masuk ke kas daerah sebab pengusaha ini sudah membuat kontrak dan diberikan hak penuh untuk memproduksi batik Nabire,” himbaunya.*(*)*

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code