Kecemasan pemukim kawasan abrasi

Otto Wosiri saat menunjukan kondisi daerah terdampak abrasi di dekat rumahnya di Pantai Kalibobo, Nabire – NN.

“Kondisi cuaca ekstrem menimbulkan kecemasan. Warga khawatir rumah mereka dihantam ombak besar”

KERESAHAN melingkupi perasaan Otto Wosiri, belakangan ini. Dia mencemaskan nasib tempat tinggal mereka yang sewaktu-waktu bisa dihantam dan diseret ombak laut.

Rumah Wosiri berjarak tidak lebih 10 meter dari bibir pantai di Kelurahan Kalibobo, Distrik Nabire. Rentangannya semakin memendek dari waktu ke waktu akibat tergerus abrasi.

“Pada 1980 (jarak dengan pantai) masih jauh, hampir 35 meter. Sekarang, 10 meter pun tidak sampai,” kata warga RT 8/RW 2 Kelurahan Kalibobo beberapa waktu silam.

Wosiri tidak sendirian. Puluhan keluarga yang bermukim di sekitar Pantai Kalibobo merasakan kecemasan serupa. Tempat tinggal mereka juga terancam gempuran ombak laut.

Kewaspadaan warga pun meningkat pada akhir-akhir ini. Kondisi cuaca ekstrem membuat gelungan ombak kian ganas dan meninggi.

“Kalau sudah musim ombak (besar),  kami selalu waspada. Rumah warga di sepanjang pantai sangat dekat (dengan laut) akibat terkikis ombak,” ujar Wosiri.

Wosiri membangun rumahnya sekitar 19 tahun lalu. Lokasi permukiman mereka kala itu masih dianggap berada di zona aman dari ancaman ombak laut.

Kondisi saat ini telah jauh berbeda karena wilayah daratan semakin menjorok ke laut. Itu sebabnya Wosiri selalu dihinggapi kekhawatiran tinggi sehingga dia bisa tidak tidur semalaman.

“Kalau air naik (laut pasang) atau ombak tinggi, kami tidak bisa tidur karena selalu was- was,” ungkapnya.

Dalam pemantauan Ombak besar disertai angin kencang bakal memperparah tingkat kerusakan pada kawasan terabrasi. Kondisi di beberapa lokasi abrasi saat ini terus dipantau perkembangannya oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nabire.

“Kami mendata kawasan teluk yang terdampak abrasi, sejak tahun lalu. Itu mulai dari Kawasan Teluk Kimi Samabusa hingga Pantai Waroki di Distrik Nabire Barat,” kata mantan Kepala BPBD Nabire Blasius Nuhuyanan.

Dampak abrasi di kawasan-kawasan tersebut telah menahun, dan tanpa penanggulangan efektif dari pemerintah. Nuhuyan hanya mengimbau warga setempat selalu berwaspada dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem.

Dia juga meminta warga bersabar menunggu penanganan dampak abrasi pantai dari pemerintah.

“Saya juga minta warga bersabar karena ini tugas beberapa OPD (organisasi perangkat daerah).  Jadi, kami akan koordinasikan agar kepala daerah dan pemerintah pusat segera menyikapi permasalahan tersebut.” Bebernya.

Peringatan dini

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya merilis peringatan dini mengenai potensi ombak besar di sejumlah perairan di Indonesia. Ombak setinggi 2,5-4 meter, di antaranya berpotensi terjadi di Samudera Pasifik Utara Halmahera, Perairan Yos Sudarso, dan Laut Arafura.

Kepala Bagian Humas BMKG Taufan Maulana mengatakan kondisi tersebut akibat pola angin. Kecepatan angin mencapai 4-20 knot di utara hingga timur laut, dan 4-25 knot dari barat hingga utara di selatan Indonesia.

Taufan mengimbau pengguna alur pelayaran memperhatikan risiko keselamatan. Mereka diminta memperhatikan spesifikasi dan kemampuan armada dalam

menghadapi terpaan angin dan ombak di lautan.

Dia menjelaskan kapal nelayan rata-rata hanya mampu menghadapi ombak setinggi 1,25 meter, dengan kecepatan angin 15 knot. Kapal tongkang untuk ombak 1,5 meter, dengan kecepatan angin 16 knot.  Fery penyeberangan untuk ombak 2,5 meter, dengan kecepatan angin 21 knot. Kapal kargo atau berbobot besar untuk ombak lebih dari 4 meter, dengan kecepatan angin diatas 27 knot.

Taufan juga mengingatkan warga yang bermukim dan beraktivitas di pesisir perairan berombak besar untuk waspada. “Prakiraan ini berlaku untuk tiga hari ke depan,” katanya, seperti dikutip Antara, Jakarta, Senin (4/2/2019).

Cuaca ekstrem juga mengakibatkan sejumlah wilayah di Papua mengalami banjir dalam beberapa waktu terakhir. Itu antara lain terjadi di Teluk Wondama, dan Merauke. Banjir dipicu hujan deras sepanjang hari.*(*)*

Navandunews.com

31 total views, 1 views today

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code