Pedagang pasar karang tumaritis mengeluh, omset turun akibat sampah di depan kios

Sampah di depan kios Pasar Karang Tumaritis Nabire – NN.

Portal Berita Papua | NavanduNews,

Nabire, NN – Pedagang campuran di paaar karang tumaritis Nabire mengeluh.  pasalnya, mereka mengaku omzetnya menurun drastis dua bulan terakhir akibat sampah yang menggunung di depan kios.  akibatnya,  pembeli tidak mau masuk ke dalam tempat jualan.

Marni,  salah seorang pedangan di pasar ini mengatakan bahwa banyak sampah di depan kiosnya. Lalu,  penbeli tidak bisa masui dengan kendaraan sebab selain banyaknya sampah,  bauh menyengat belum ditambah lagi becek.

“jarang ada pembeli karena lumpur dan sampah yang semakin bauh,” ujar marni kepada jubi di Nabire. Senin (20/05/2019).

Menurut Marni,  sepihnya pembeli sudah menjelang dua bulan. Omset yang tadinya mencapai Rp.  500 ribu per hari,  kini turun menjadi 100 ribu.

“kalau tempat bersih pembeli bisa masuk.  biasanya untung bersih bisa 500 ribu. sekarang begini keadaan, Mumau dapat Rp. 100 saja susah,” tuturnya.

Pedagang lain yang mengalami hal serupa, Ambo menuturkan seharusnya pemerintah memperhatikan kebersihan pasar.  sebab untuk rugi dipengaruhi oleh faktor kebersihan.

Selain itu,  kata pria asal bugis ini,  para pedagang wajib membayar retribusi tiap bulannya.

“Kalau bersih orang kan senang masuk belanja.  selain itu kita ini bayar pajar dan bukan satu pajak tapi tiga, ” kesalnya.

Dijelaskan Ambo,  untuk bangunan kios perbulannya dikenakan pajak sebesar Rp. 205.000 rupiah. Untuk Sampah 20 ribu per bulan termasuk keamanan RP. 50 per bulannya.

“Artinya kami tidak permasalahkan soal pajak karena itu kewajiban kami,  tapi hak juga harus seimbang.  kami tidak butuh lain tapi sampah ini harus diangkat biar ada pembeli.,” jelasnya.

Keduanya berharap kepada pemda setempat untuk segera membersihkan dan mengangkat sampah yang berserahkan di pasar karang tumaritis.*(*)*

NN

83 total views, 1 views today

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code