Kasus pencabulan anak tunggu lapsus Dinas PPPA Nabire

Ilusrtasi pencabulan anak – NN

Portal Berita Papua | NavanduNews,

Nabire, NN – Kasus pencabulan seorang bocah berusia 10 tahun yang masih duduk di bangku SD, diperkosa kakak iparnya sendiri pada Jumat malam (22/03/2019) di salah satu rumah kontrakan, di Kampung Kalisusu Nabire, kini prosesnya sedang menunggu Lapuran Kasus (Lapsus) dari Dinas Pemberdayaan dan perempuan anak Nabire.

“Polisi sedang menunggu lapsus, jika sudah diserahkan maka langsung dilimpahkan ke kejaksaan, ”

Hal tersebut dikatakan Ruslan, Kepala Seksi (Kasie) perlindungan khusus anak dan data kekerasan anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Nabire, Kamis (16/05/2019).

Dikatakan Ruslan, pihaknya sudah meneririma laporan saat kejadian. juga sudah menemui pihak keluarga korban (kakak korban). Dan saat ini sedang menyusun laporan untuk diserahkan kepada pihak Kepolisian Resort Nabire.

“Dalam satu dua hari ke depan kami akan serahkan lapsusnya untuk dinaikkan ke kejaksaan, ” ujarnya.

Dia berharap agar pihak penegak hukum memberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatan pelaku.

“Sehingga ada efek jera. Bila perlu hukumannya diberatkan, ” harapnya.

Terpisah, kakak kandung Ayu (nama samaran korban), RB pun berharap agar pelaku yang merupakan suaminya AA, diberikan ganjaran setimpal dengan perbuatannya.

“Kalau bisa harus berat hukumannya karena dia merusak masa depan adik saya, ” ucapnya.

Kasus ini terjadi pada Jumat malam (22/03/2019) silam di salah satu rumah kontrakan, di Kampung Kalisusu Nabire.

Suami RB, AA (pelaku) sedang bertamu ke rumah temannya. Lantas sekitar pukul 22.00. saat ngobrol di rumah kerabatnya itu, suaminya mengatakan ngantuk dan ingin tidur. Karena tidak enak di rumah orang, pelaku lantas pulang duluan.

Lewat berapa menit, firasat RB tidak enak dan langsung minta pamit ke teman sebab adik saya sendiri di rumah.

Sesampainya di rumah, RB mendapati suaminya sedang berbaring di kamar tidur keluarga. RB lalu menengok adiknya yang sedang tidur di kamar sebelah. Dia mendapati adiknya sedang tidur sambil menangis di kamarnya.

Diapun bertanya ada apa. Korban lalu menceritakan kejadian bahwa kemaluan dan pahanya diraba-raba.

RB yang merupakan kakak korban kecewa, lalu keluar kamar. tiba – tiba suaminya menyusul dan menuturkan jika hanya mengelus – elus paha korban.

RB merasa kecewa, dia lebih mempercayai adiknya dari pada suaminya. Sebab menurutnya, suami membenci adik (korban). Kasus ini sendiri telah ditangani oleh pihak kepolisian polsek Nabire kota.

Pelaku jika terbukti, kemungkinan akan dijerat dengan UU Perlindungan Anak no 17 tahun 2016 ,pasal 81 ayat 1 dengan ancaman pidana 5 -15 tahun penjara dan denda paling banyak lima Miliar Rupiah.*(*)*

NN

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code