Cita – cita tiga siswa SMA YPPK Adhi Luhur Nabire

Dari kanan ke kiri, Adfinadi Adipai Tekege, Selvius Dogomo dan Natalis Keiya yang merupakan tiga Siswa SMA YPPK Adhi Luhur Nabire saat melihat hasil Ujian di halaman sekolahnya – NN.

Portal Berita Papua | NavanduNews,

Nabire, NN – Sebagian besar siswa SMA, setelah mendengar kelulusan tentu merupakan suatu kebangganan. Dan hari itu pastinya akan dirayakan dengan berbagai cara. Ada yang menyambut dengan menggelar konvoi kendaraan bermotor, ada juga dengan mencorat coret baju dan sebagainya.

Namun, tentunya tidak semua akan melakukan hal serupa. Seperti di SMA YPPK Adhi Luhur Nabire. Mereka lebih memilih bersyukur dan merenungi apa yang akan dilakukan selanjutnya setelah menamatkan dari bangku sekolah menengah atas.

Adfinadi Adipai Tekege siawa SMA YPPK Adhi Luhur jurusan IPS ini menuturkan, sangat senang dan bersyukur dengan kelulusannya. Namun ia tidak suka merayakan dengan berkonfoi kendaraan atau corat coret baju. Diapun lebih memili berdiam bersama kawannya dan mencari tau tes – tes ke perguruan tinggi.

“Saya tidak suka yang begitu. Saya mau bersyukur dan siap untuk kejenjang kuliah,” ujarnya di Nabire. Senin (13/05/2019).

Dikatakan anak yang ibunya penjual ayam potong di salah satu pasar di Nabire ini, cita – citanya ingin melanjutkan ke IPDN. Menurutnya, tertarik sekolah tersebut sebab jika lulus nanti, bisa ditempatkan di daerah mana saja tetapi lebih kepada pengabdiam untuk bangsa dan Negara.

“Intinya mengabdi untuk Negara. Tapi saya juga senang sebab kalau lulus dari sana dan bertugas di daerah lain, bisa liat dan tau budaya suku lain di indonesia selain Papua.,” katanya.

Senada dengan Tekege, Natalis Keiya, siswa jurusan IPA ini juga berkeinginan melanjutkan ke IPDN. Sebab katanya, jika lolos seleksi nanti biaya kuliah akan ditanggung oleh Negara. Hal ini dilakukan mengingat orang tuanya hanya sebatas petani.

“Bapak saya petani. Tapi saya ingin kuliah dan kalau masuk IPDN pasti biaya kuliah tidak ada,” ujar anak penjual singkong dan pepaya ini.

Berbeda dari kedua temannya, Selvius Dogomo, siswa jurusan IPS mengatakan bahwa tertarik untuk menjadi seorang imam (Pastor). Dia tertarik dengan salah satu kerabatnya di kampung yang sudah menjadi pastor dan satu – satunya imam di kampungnya.

“Saya mau lanjut ke seminari di Flores. Keinginan ini karena tertarikmelihat satu kakak di kampung kami yang sudah jadi pastor. Saya tertarik sebab dia sendiri dari kampung kami,” ujar Dogomo.

Menurut dia, untuk menempuh pendidikan agar menjadi imam di gereja katolik, tantangannya cukup berat. Seperti tidak boleh mengenal wanita dan tidak berkeluarga.

Namun bagi Dogomo, semua itu sudah dicita – citakan dan apapun yang terjadi, dirinya tetap ingin melanjutkan ke seminari.

“Saya sudah siap walaupun tantangan besar. Semoga apa yang saya cita – citakan ini bisa terwujud,” imbuhnya.*(*)*

NN

168 total views, 1 views today

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code